Aku bukan menyalahkan, aku juga bukan
mengira tentangmu. tapi,
mungkin ini karena mu..
Sesutau hal yang aku ingin jalankan
seketika terbatas karenamu.
Sesuatu hal yang ingin aku ambil dalam keputusan seketika aku berfikir untuk ke
dua kali karena aku tidak ingin menyakitimu.
Seketika aku ingin melangkah, ntah kenapa kamu menghalangi langkahku.. Kenapa kamu begitu mudah datang dan
pergi kepadaku?
Sedangkan aku kenapa begitu sulit untuk menyatakan TIDAK!
Gak ada beban yang seberat apapun, gak
ada masalah sesulit apapun juga, tapi kenapa semuanya itu menjadikan alasan
dalam mengambil kehendak?
Aku yakin setiap masalah pasti ada jalan
keluar, aku juga yakin manusia gak mungkin dikasih cobaan melebihi
kemampuannya. Tapi apa aku yang menjadi penghambat dalam masalahmu? Aku
bukan penghambat, aku bukan ingin merusak. Aku BAHAGIA melihat kamu sukses, dan
mungkin keberhasilanmu bukan dari aku.
Makasih buat semuanya... Makasih buat
pelajaran yang kamu kasih juga ke aku, Aku bakal inget nasihat yang kamu kasih,
kamu juga harus ingat nasihat itu, karena itu keluar dari mulut kamu sendiri.
Jangan pernah salahin keadaan, jangan
pernah juga salahin waktu. Mereka berjalan
sesuainya, dan akupun akan berjalan sesuai kemampuanku.
Salah gak akan tingkah ku? Salah
gak menunggu yang aku pikir semuanya terjadi tapi ternyata gak akan
terjadi? Salah gak dengan semua
itu?
Mungkin pikiran ku yang salah, salah
menunggu yang udah dibayangkan, salah udah melewati kesalahan, salah udah
menyianyiakan waktu. Salah membela orang yang salah, yaaa semua itu salah.
Merelakan emang mudah, melupakan jauh
lebih mudah, tapi kenapa setiap melakukan hal itu kamu datang di posisi itu?
yang penghalang aku atau kamu?
Ini bukan Permainan kan? Ini
juga bukan teka teki kan?
Tapi, kenapa aku seperti terjebak dalam permainanmu?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dan ternyata, kita merasakan hal yang
sama. Yang sebagaimana kita sama sama menyayangi tetapi banyak hal yang membuat
kita sulit untuk bersatu.
Selalu ada dengan selisih paham, selalu
ada dengan tanda tanya yang sulit untuk kita “apa yang harus kita lakukan?” karena
mungkin kita di posisi yg serbasalah.
bahkan aku sempat berfikir ini semua
akan menjadi abu yang tiada arti. Karena aku sempat kecewa denganmu, disaat
hari sweet seventeen aku. kamu seperti orang yang tidak peduli dengan hal itu..
awalnya aku berfikir “mungkin kamu mengerjai ku” tapi ternyata apa? ketika aku
berharap jam 00.00 itu kamu yang meneleponku. Tapi ternyata apa yang aku
fikirkan dan aku harapkan salah? Disitupun aku kecewa denganmu..
karena aku berfikir “kenapa orang yang
jauh dariku, orang yang tidak aku suka. Dia bisa dan ingat akan hari aku?
Sedangkan kamu, yang dekat dengan ku, yang aku tunggu akan hari dan jam itu??
nothing! Bahkan kamu bukan hanya tidak mengucapkan saja, kamu juga menyulitkan
ku yang membuat aku kecewa sama kamu” dan ketika upacara aku mendengar protokol
membaca *upacara pengibaran bendera merah putih hari senin pada tanggal 25
agustus 2014 ....* sampai aku berfikir “disanakan juga upacara apa masa iyaa
dia gak denger sekarang tgl berapa? Yaudahlah” bahkan temanku bilang “kalau orang yang bener
bener sayang sama lu, sesibuk apapun dia akan menyempatkan waktunya demi lu.
Bahkan dia akan memberikan suatu yang indah buat lu” okelah aku tidak berharap
akan itu.. aku hanya ingin kamu jujur tentang sesuatu hal itu saja.. dan cukup
ngucapin.
Mungkin ini memang bukan sekali aku
merasakan yang namanya sakit karena aku juga tau *jika kita sudah mengenal yang
namanya Cinta, kita juga harus lebih mengenal yang namanya Sakit* tapi jujur
ini pertama kali ketika hariku aku mersakan hal seperti ini padahal ini di 17
tahun. Memang banyak sekali cobaan yang datang padaku. Dari mulai hp ilang,
Kaka di operasi usus, nenek sempat koma, mamah kehilangan uang, paman aku
meninggal. Bayangkan masalah itu berturut turut. Sampai H-3 setelah itu dia
yang bikin aku bingung? Sampai aku sholat dengan sejadah yang sangat basah. Bahkan
setiap aku melakasanakan sholat pasti meneteskan air mata itu. Kenapa banyak
sekali cobaan yang berturut turut padahal bentar lagi 17?? Di saat kondisi aku
seperti itu serasa tidak ada yang menghidupkan ku.. tapi aku bersyukur punya
temen yang sebaik endah, yuni, adel, yudha. *yang lainnya hanya berkata “sabar”*
Mungkin hanya ada mereka yang mengerti posisi ku.. yang menenangkan ku.. mereka
bukan hanya berkata SABAR tetapi mereka juga yang seperti menghidupkan ku lagi.
Mereka berkata “tidak ada sesulit apapun masalah res. Mungkin lu akan ditaikan
derajatnya.. makannya allah memberikan cobaan ini untuk lu. Karena allah ingin tau apakah sanggup seorang
hambanya menghadapi masalah yang telah ku berikan sebelum aku menaikkan derajat
hambanya. Gitukan ress?”
Tidak ada keceriaan disaat menjelang
hariku, tidak ada fikiran untuk merayakan hari ku, tidak ada fikiran hari yang
spesial untuk ku. Yang ada di fikiranku Kapan semua ini akan berakhir?
Hal yang sedih disaat menjelang hariku
Ketika kaka berkata seperti ini “res
nanti kuenya pesennya yang segede kamu yaa.. nanti bawa aja ke panti asuhannya”
kaka yang semangat untuk merancang di hari ku.. dia yang semangat dia yang
berbaring lemah di rumah sakit karena ingin operasi usus” ke dua paman ku yang
menguruskan perusahaan papah yang mengatur hanya dia karena dulu dititipkan ke
paman ku. Bahkan paman juga berkata sepeti ini “neng bentar lagi ultah? Dirayain
di kantor aja nanti tinggal di susun sama mang jajang yaa. Jadi gak usah di
gedung” tapi apaaaa? Ntah 3 harinya paman pergi meninggalkan kita semuaa,
memang paman sebelumnya sudah sakit sakittan. Ke 3 nenek sempet koma karena
mendengar “perusahaan papah yang udah dibangun dari 0 seketika tidak seperti
berkembang lagi. Dan mamah kehilangan uang perusahaan” aku sangat pusing dan
sedih dengan hal itu.. seketika mendengar tentang perusahaan papah. Jadi ingat
papah
Papah menceritakan bagaimana di
kehidupannya yang beliau mulai membangun perusahaan itu dari 0.
“dulu waktu sebelum papah seperti ini. Papah
merasakan sulitnya untuk membangun perusaahan ini. Dari awal papah gak di
terima di ITB akhirnya papah di universitas swasta yang khusus arsitek, nah
dari situ papah masih kesel sama ITB kenapa papah gak keterima.. dan setelah
papah coba akhirnya keterima. Setelah itu papah ke luar negeri mencari
inspirasi untuk menggambar.. di luar negeri papah di ajak untuk joind membangun
perusahaan.. memang itu cita cita papah bisa membangun perusahaan tapi papah
menolaknya karena papah takut yang namanya penipuan. Pas papah menggambar
sudah.. ketika gambar papah dilecehkan sama atasan karena waktu itu papah masih
kerja di perusahaan orang lain, udah capek gambaar di lecehkan, dan ternyata orang
luar negeri yang mengajak papah untuk joind membangun perusahaan dia yang
seperti membalikkan fakta. Pokonya banyak sekali masalah, kesulitan, dari papah
kerja jalan, naik sepeda karenakan dulu ga ada angkot. Dan pernah udah capek
gambaar gambarnya basah karena hujan. di suruh ulang lagi. Tapi dari setiap
gaji papah kumpulkan waktu ituu ketika punya uang tidak memikirkan beli
kendaraan atau apa itu.. dan setelah lama papah kumpulkan papah membeli tanah,
dan langsung di bangun, mencari karyawan dan jadi seperti ini pas sekali kamu
lahir 5 harinya perusahaan ini 100%” (sedikit lupa intinya seperti itu)
Pengorbanan papah membangun perusahaan
dari di lecehkan, kena becekkan, jalan, naik sepedah, kehujanan. Huuuuuuuuu...
Pusing banget rasanya banyak cobaan
seperti ini. Aku sempat berfikir “apa aku hanya menyusahakan merekaa?” bayangnya
memikirkan hal itu? memikirkan dia?
Yaaa.. ketika hariku yang sudah di
rencanakan sama mereka semuanya menjadi yyaaa “alahamdulillah” bahkan aku gak
ada semangat untuk hariku.
.......
......
....
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar